BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS �
Tampilkan postingan dengan label jalan menuju kedewasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan menuju kedewasaan. Tampilkan semua postingan

Mei 26, 2009

pertanyaan yang gak pernah bisa terjawab sejak 2 tahun lalu

mana sih yang harus kita prioritaskan, organisasi apa akademik?
ini ni pertanyaan yang gak pernah bisa aku jawab dari 2 taun lalu, sejak awal gabung di himpunan 2 taun yg lalu, sampe sekarang di penghujung waktuku di himpunan.
kadang kalo mengutamakan akademik [such as ngerjain tugas, kuliah , asistensi dll]pasti ngerasa gak enak di lingkungan organisasi, sungkan2 gmn gitu..
kok kayaknya gak ada pertanggung jawaban atas apa yang dijanjikan di awal kepengurusan..
kalo mengutamakan organisasi, merupakan satu hal yang gak rasional banget..
kan kuliah tujuannya belajar..
bukan ikut ini itu..
kuliah bener, lulus cumlaude..kerja enak..
itu tuh..

sejak gabung organisasi IP jadi probabilistik banget..
ada up and down nya lah..
tapi ya itu..
selalu saja ada yang dikorbankan....

April 04, 2009

love letter

a love letter
Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…

aku takut sendirian.

-------------------------------------------------------------------
dari http://metropoliskonservatif.blogspot.com/
yg diambil dari raditya dika - dalam buku Kepada Cinta-

keren abis...

April 03, 2009

inspiring banget

ngambil dari blog nya orang :

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia…

Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.


Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…

Tuhan sudah menghitung airmatamu.


Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja…

Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.


Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.

Tuhan selalu berada disampingmu.


Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi…

Tuhan punya jawabannya.


Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…

Tuhan dapat menenangkanmu.


Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…

Tuhan sedang berbisik kepadamu.


Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..

Tuhan telah memberkatimu.


Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.. .

Tuhan telah tersenyum padamu.


Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…

Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…


[kayaknya gak ada alasan kita gak bersyukur]